Gabung ke Group Angkatan!

. Selasa, 17 Mei 2011

 Ayo semua anak CC'11, segera gabung ke grup angkatan / milis angkatan! Gampang!

CaniPress 67

. Sabtu, 14 Mei 2011

Maaf, karena ketiadaan dana, maka tahun ini CaniPress edisi 67 kembali tidak bisa terbit.
Oleh sebab itu, kami Redaksi Canipress, menerbitkan majalah CaniPress 67 secara online.
Majalah CaniPress edisi 67 dapat didownload di salah satu dari 6 link berikut

[1] Download Via 4 Shared : CANIPRESS 67.pdf

[2] Download Via RapidShare : CANIPRESS 67.pdf

[3] Download Via MediaFire : CANIPRESS 67.pdf

[4] Download Via Ziddu : CANIPRESS 67.pdf

[5] Download Via MegaUpload : CANIPRESS 67.pdf

YCS Indonesia - English Version

. Rabu, 04 Mei 2011

What is YCS?

Young Christian Students or the Catholic Student Organization of Indonesia is part of International Young Christian Students (IYCS), based in Paris. IYCS itself is a movement within the Catholic Church which has been recognized by the Vatican as the International Organization of Catholic and is known as International NGOs. IYCS was founded in 1940 and headquartered in Paris, France. Until now, the YCS has been present in over 80 countries around the world. In Asia alone, YCS has been present in 14 countries such as Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, India, Pakistan, Taiwan, Korea, Hong Kong, Vietnam, Philippines, Singapore, Thailand, and Malaysia. YCS Indonesia itself is still a state contact and does not have its own secretariat. Meanwhile, YCS Indonesia centered at Canisius College, Jakarta.

Responding to the leadership crisis within the Church and Nation today, YCS Indonesia goal is to help young people who are still sitting at his private high schools in developing as a leader of a nationalist as well as Christian. In other words, the three pillars of the targeted YCS Indonesia is the leadership (leadership), nationalism (Indonesia), and spirituality (Christian) with a methodology YCS: See - Judge - Act. YCS Indonesia wants to help the Church prepare for the future generations who are ready to get involved to be salt and light both within the Church and in the midst of the struggle of this nation.
Methodology YCS; “SEE - JUDGE - ACT” was introduced by Cardinal Joseph Cardijn and expected to be the point of view / paradigm for all members in each to see the reality of life in front of him.

SEE (Observing)

With the eyes, minds, and hearts, the students are invited to see the reality of life objectively and in depth. Not only to see that there are many problems around me. Moreover, students are invited to look at what the causes and consequences of various problems on the lives of today’s society, especially against their lives.

JUDGE (Considering contemplating or reflecting)

After stage See (Observing), students are invited to weigh or reflect what has been dicermatinya it. Students are encouraged to not simply judge others but with reason (reason) and the light of Christian faith that has been dicermatinya reflect reality. Guided by reason (scientific analysis) and the light of Christian faith, students reflect on whether they meet the reality that it truly represents the will of God or because human egocentric attitude alone. Which should be the ideal situation?

ACT (Action)

After stage See (Observing) and Judge (Reflection) passed, the next step is to Act (Action). The students, in their ability, are invited to make a concrete creative action to respond to real situations that have been observed and diirefleksikannya. After looking and reflect the existing reality, students are faced with the question, “what?”. “As a Catholic student, what can we do related to self, family, school, church, community, environment and even to my people?” The students are called to do something. Not enough just to know that there are irregularities around me.

What has been done by YCS Indonesia?

YCS Indonesia has now had connections internationally and has sent several students to attend international meetings three times. Go to Kuching, Malaysia to attend the Asian Session and Council in 2009. And in 2011 was to Taiwan to attend the East Asian Session.

One of our activities is seeking funds to help our brothers and sisters in Papua. An example is by opening the merchandise at the time of Casanova, and PSB 2011. Where is the profit of Rp. 5000.00 per item donated to Le Cocq d’Armandville Colleges in Papua.

On May 6 to May 8, 2011, 1st YOUNG LEADER SESSION was held with the theme “Catholic Students, Future Leaders of the Church and Nation, Striving Together Against Poverty”. Hope by the holding of these activities, for students to understand and participate more and feel the feelings of people who are less able to even the poor and excluded. Thus, it is expected that these students together enable themselves to fight against poverty in concrete reality of their own lives.

YCS Indonesia - Indonesian Version

.

Apa itu YCS?

Young Christian Students atau Organisasi Pelajar Katolik Indonesia merupakan bagian dari International Young Christian Students (IYCS) yang berpusat di Paris. IYCS sendiri merupakan sebuah gerakan dalam Gereja Katolik yang telah diakui oleh Vatikan sebagai Organisasi Internasional Katolik dan dikenal sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional. IYCS didirikan pada tahun 1940 dan berpusat di Paris, Perancis. Hingga saat ini, YCS telah hadir di lebih dari 80 negara di berbagai penjuru dunia. Di Asia sendiri, YCS telah hadir di 14 negara seperti di Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, India, Pakistan, Taiwan, Korea, Hong Kong, Vietnam, Filipina, Singapura, Thailand, dan Malaysia. YCS Indonesia sendiri masih merupakan negara kontak dan belum mempunyai kesekretariatan tersendiri. Sementara ini berpusat di Kolese Kanisius, Jakarta.
   
Menanggapi krisis kepemimpinan di dalam Gereja dan Bangsa saat ini, tujuan YCS Indonesia adalah untuk membantu kaum muda yang masih duduk di Sekolah Menengah dalam mengembangkan pribadinya sebagai seorang pemimpin yang nasionalis sekaligus Kristiani. Dengan kata lain, tiga pilar yang menjadi sasaran YCS Indonesia adalah kepemimpinan (leadership), nasionalisme (Indonesia), dan spiritualitas (Kristiani) dengan bermetodologi YCS: See – Judge – Act. YCS Indonesia ingin membantu Gereja mempersiapkan generasi masa depan yang siap ikut terlibat menjadi garam dan terang baik di dalam Gereja maupun di tengah-tengah pergumulan Bangsa ini. Para pelajar itulah pemimpin-pemimpin masa depan Gereja dan Bangsa.

Metodologi YCS; “SEE – JUDGE - ACT” diperkenalkan oleh Kardinal Joseph Cardijn dan diharapkan menjadi cara pandang/paradigma bagi seluruh anggotanya dalam setiap melihat realitas hidup di hadapannya.

SEE (Mencermati)

Dengan mata, budi, dan hati, para pelajar diajak untuk melihat kenyataan hidup secara objektif dan mendalam. Bukan hanya melihat bahwa di sekitarku ada berbagai masalah. Lebih dari itu, para pelajar diajak untuk mencermati apa penyebab dan konsekuensi pelbagai masalah itu terhadap kehidupan masyarakat saat ini, khususnya terhadap kehidupan mereka.

JUDGE (Menimbang-nimbang atau Berefleksi)

Setelah tahap See (Mencermati), para pelajar diajak untuk menimbang-nimbang atau merefleksikan apa yang telah dicermatinya tersebut. Para pelajar diajak untuk tidak begitu saja menghakimi orang lain akan tetapi dengan nalar (budi) dan terang iman Kristiani merefleksikan realitas yang telah dicermatinya. Dituntun dengan nalar (analisis ilmiah) dan terang iman Kristiani, para pelajar merefleksikan apakah realitas yang mereka jumpai itu sungguh merupakan kehendak Allah atau karena sikap egosentris manusia semata. Manakah yang seharusnya menjadi situasi ideal?

ACT (Beraksi)

Setelah tahap See (Mencermati) dan Judge (Berefleksi) dilalui, tahap berikutnya adalah Act (Beraksi). Para pelajar, dalam kemampuannya  masing-masing, diajak untuk membuat sebuah aksi konkrit yang kreatif untuk menanggapi situasi real yang telah dicermati dan diirefleksikannya. Setelah mencermati dan merefleksikan realitas yang ada, para pelajar dihadapkan dengan pertanyaan “Lalu apa?”. “Sebagai pelajar katolik, apa yang bisa kita lakukan terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, gereja, lingkungan masyarakat, lingkungan hidup bahkan untuk bangsaku?” Para pelajar dipanggil untuk berbuat sesuatu. Tidak cukup hanya tahu bahwa di sekitarku ada ketidakberesan.

Apa yang telah dilakukan oleh YCS Indonesia?

YCS Indonesia sekarang ini telah mempunyai koneksi secara international  dan telah mengirim beberapa siswa untuk mengikuti pertemuan internasional sebanyak tiga kali. Ke Kuching, Malaysia untuk mengikuti Asian Session and Council pada tahun 2009. Dan pada tahun 2011 ini ke Taiwan untuk mengikuti East Asian Session.

Salah satu kegiatan kami misalnya, mencari dana untuk membantu saudara-saudara kita yang berada di Papua. Contohnya adalah dengan membuka merchandise pada saat CASANOVA, dan PSB 2011. Dimana keuntungannya sebesar Rp. 5000,00 per item disumbangkan untuk Kolese  Le Cocq d’Armandville di Papua.

Pada tanggal 6 Mei – 8 Mei 2011, diadakan 1st YOUNG LEADER SESSION yang mengangkat tema “Pelajar Katolik, Pemimpin Masa Depan Gereja dan Bangsa, Bersama-sama Berjuang Memerangi Kemiskinan”. Harapan dengan diadakannya kegiatan tersebut, agar para pelajar semakin memahami dan turut merasakan perasaan orang-orang yang kurang mampu bahkan miskin dan disingkirkan. Dengan demikian, diharapkan bahwa para pelajar secara bersama-sama menyanggupkan diri untuk berjuang memerangi kemiskinan dalam realitas konkrit hidup mereka masing-masing.

Masa-Masa Perkenalan

. Senin, 25 April 2011

PARTITUR MASA-MASA PERKENALAN


Passwordnya : "Demi semakin bertambahnya kemuliaan Tuhan" versi bahasa Latin

KUNCI UN BI P67 & P70 DARI BU SRI

. Minggu, 17 April 2011

LIHAT DI BLOG XIIC

Kisi Kisi UN Biologi dari Bu Puji Via Blog XII-D

. Senin, 04 April 2011

CLICK HERE

KISI KISI UN 2011 FROM PEMERINTAH

. Minggu, 03 April 2011

KISI KISI UN 2011 FROM PEMERINTAH

Kampanye OSIS SMA CC 2011 - 2012

. Kamis, 31 Maret 2011

Calon Wakil Ketua No. 4 : Andrew Timothy

Calon Wakil Ketua No. 6 : Theodore Hagi

Calon Wakil Ketua No. 8 : Reno Prasasto

pembahasan soal kimia pak hen paket 2

. Minggu, 27 Maret 2011

POWER POINT 2007

POWER POINT 2003

 

^